Orang yang hendak melakukan safar sepantasnya melakukan beberapa hal berikut:
- Memurnikan atau mengikhlashkan niat hanya karena Allah subhanahuwata'ala semata, serta menjaga diri dari perbuatan riya' atau pamer serta sum'ah
- Taubat dari segala maksiat.
- Membuat wasiat serta menuliskan harta dan utang yang dimiliki kemudian meminta seseorang yang amanah untuk mempersaksikannya.
- Berpamitan kepada keluarga, tetangga, dan orang yang mungkin sedang bermu'amalah dengannya.
- Mencari bekal dari harta yang halal serta membawanya dengan jumlah sedikit berlebih untuk tujuan berjaga-jaga serta siapa tahu ada teman safar yang membutuhkannya
- Mengucapkan basmallah saat kaki menaiki kendaraan serta berdoa setelah duduk di atas kendaraan
- Membaca doa ketika singgah di suatu tempat.
- Disunnahkan memperbanyak do'a untuk dirinya, keluarga serta kedua orang tuanya.
Sum'ah adalah perbuatan yaitu menceritakan, memperdengarkan, atau menonjolkan amal ibadah dan kebaikan yang telah dilakukan kepada orang lain agar mendapatkan pujian, sanjungan, atau popularitas
Apalagi perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah tentu sepantasnya seseorang harus bertaubat dari segala maksiat.
Orang yang hendak melakukan safar (perjalanan jauh) sangat dianjurkan untuk membuat wasiat serta mencatat harta dan utang-piutangnya karena safar memiliki risiko ketidakpastian yang tinggi dan kematian bisa datang kapan saja tanpa diduga. Dalam ajaran Islam, mempersiapkan wasiat bukan berarti mengharapkan hal buruk terjadi, melainkan sebuah bentuk ikhtiar, tanggung jawab, dan ketaatan kepada syariat.
Dalam Islam dan nilai-nilai sosial, seseorang yang hendak melakukan perjalanan jauh (safar) sangat dianjurkan untuk berpamitan kepada keluarga, tetangga, serta rekan bisnis. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga silaturahmi, menunaikan hak sesama manusia, serta menyelesaikan tanggung jawab (amanah) sebelum pergi.
Dalam Islam, safar adalah momen krusial di mana doa seseorang memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Namun, kehalalan harta yang dibawa sangat memengaruhi hal tersebut
Ketika seseorang telah menginjakkan kakiknya di kendaraan maka ucapkanlah basmalah, serta ketika dia telah duduk di atas kendaraan ucapkanlah do'a duduk di atas kendaraan. Selain itu disunnahkan pula mengucapkan kalimah tahlil serta takbir pada saat mendaki atau naik ke tempat yang lebih tinggi serta mengucapkan kalimah tasbih pada saat menuruninya sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Jabir radhiyallahu 'anhu berkata: "kami bertakbir saat kami mendaki dan bertasbih saat menuruninya".
Doa si tempat persinggahan: "a'uudzu bi kalimaatillahi taammat min syarri maa khalaq"
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga do'a yang pasti akan dikabulkan adalah do'a orang yang sedang teraniaya atau terdzalimi, do'a seorang musafir (atau orang yang sedang melakukan perjalanan), serta do'a orang tua untuk anaknya", hadits riwayat Imam At Tirmidzi dan Ibnu Majah
Tim Redaksi



